#43 Sarang burung remetuk laut

Pada tanggal 30 Maret 2018, A mengajak kami ke taman. Saya saat itu ragu apakah hendak membawa kamera atau tidak. Karena kamera sudah mogok selama 1 bulan dan meski sebelum berangkat secara ajaib tiba-tiba bisa menyala kembali, pada akhirnya saya takut kamera tersebut rusak lagi sehingga saya putuskan untuk tidak membawa.

Seperti biasa, keputusan melawan feeling ini salah besar.

Baru saya menggelar alas piknik dan menoleh pada suara di atas pohon, saat itu ada dua ekor (kalau tidak salah) kepudang yang bertengger cukup dekat. Lalu saat kami piknik dan A bermain, saya mendapati ada sebuah titik di antara dedaunan yang sering menjadi tempat persinggahan satu-dua ekor burung. Ia terbang lalu hinggap di tempat yang sama. Dan bisa dipastikan tempat itu bukanlah ranting ataupun batang pohon.

There must be something out there. Pikir saya.

Dan benar saja, meski setitik karena sulit sekali dilihat dengan mata telanjang, namun sepertinya ada sarang yang menggantung di sana. Ah, semakin menyesal saya karena tak bawa kamera.

Tapi syukurlah esok harinya A masih ingin bermain di taman, sambil saya juga ngipasin Abang supaya mau balik lagi haha. Akhirnya besoknya kami balik lagi ke taman, bawa kamera tentu saja.

Dan benarlah. Ada sarang burung yang menggantung di sana. Induk burung bolak-balik terbang dan sesekali keluar-masuk. Feeling saya belum ada anak burung di sana, mungkin masih berupa telur.

Sarang burung itu terlihat ringan sekali, karena mudah sekali tertiup angin ke sana ke mari. Hingga saya khawatir ia lepas dari tempelannya di dedaunan.

IMG_20180331_201842_738

IMG_20180331_203302_753

Menurut Pak Bas ketika saya menanyakan perihal sarang burung ini, katanya ini adalah sarang burung remetuk laut alias flyeater (Golden-bellied Gerygone). Nama latinnya adalah
Gerygone sulphurea (Wallace, 1864).

Berdasarkan keterangan dari Kutilang, induk burung membuat sarang dari lumut, dan juga bahan halus lain seperti jaring laba-laba. Mungkin itu yang membuatnya lengket dan bisa menempel dengan kuat namun tetap ringan.

Masya Allah. Allah yang merancangnya. Maha benar Allah dengan semua firmanNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *