Bertemu burung takur ungkut-ungkut di akhir Maret

Akhir Maret 2018

Entah sudah berapa kali saya gagal menjepret burung ini dengan baik. Padahal ia termasuk burung yang tidak cepat sekali gerakannya dibandingkan cabai jawa. Jika sudah bertengger ia bisa betah berlama-lama, ataupun melakukan aktivitas melubangi pohon.

Saat pertama kali bertemu burung ini adalah ketika November 2016. Saat itu mata saya tertumbuk pada burung di atas batang pohon besar. Hari itu saya membawa kamera dan akhirnya berhasil mengabadikan burung takur ungkut-ungkut yang pertama kalinya.

Ia pun melubangi pohon untuk bersarang, saya merekamnya namun hasilnya luar biasa goyang karena tidak pakai tripod dan tangan saya sudah bergetar luar biasa akibat lama menyangga kamera.

Sesudah itu beberapa kali saya kembali bertemu burung yang sama di tempat lain. Sayang sekali hari itu tidak membawa kamera. Padahal si burung membuat sarang dengan posisi sangat dekat dengan saya. Esoknya saya kembali lagi ke tempat tersebut membawa kamera namun hasilnya nihil.

Sebulan lalu saya kembali ke tempat yang sama. Tepat ketika akan menjepret burung takur ungkut-ungkut yang bertengger, saat itulah kamera saya eror dan mogok selama sekitar 1 bulan. Tak bisa dinyalakan.

Karena belum memiliki uang untuk membetulkan maka saya diamkan saja. Hingga akhirnya hari Jumat, 30 Maret 2018 A mengajak kami ke taman. Kami menyanggupi dan saya iseng saja menyalakan kamera. Ternyata kamera bisa dinyalakan! Namun saya memutuskan untuk tidak membawa kamera karena khawatir rusak lagi.

Pada akhirnya saya menyesali keputusan tidak membawa kamera karena jarak yang dekat dengan kepudang kuning dan juga burung lain. Esok harinya saya kembali ke tempat yang sama dan syukurlah diberi kesempatan untuk kembali belajar mengabadikan burung takur ungkut-ungkut di akhir Maret 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *