Main-main ke taman kota

Setelah banyak mondar-mandir ke RS dan saya yang sering sulit tidur selama kehamilan, akhirnya setelah A sembuh dari typusnya pada awal Agustus kami pergi ke taman kota untuk refreshing sejenak. Supaya ia bebas bergerak, dan toh refreshing juga buat saya untuk birdwatching lagi.

Beberapa hari sebelumnya, saat ide tersebut dikeluarkan, A sudah sibuk bertanya di mana binokuler milik saya. Saya terlupa di mana meletakannya sehingga hari itu hanya berniat untuk membawa kamera saja, bahkan tripod entah di mana. Tak disangka menjelang kami berangkat, saya malah tiba-tiba menemukan binokuler di atas lemari. A pun senang sekali menenteng bino tersebut.

Karena hari itu hari kerja alias weekdays, maka kami terkena arus macet para pekerja yang mengendarai sepeda motor, menanti ojek online di stasiun, dan mobil-mobil. Akhirnya kami tiba juga di taman kota yang dipenuhi berbagai pohon.

Dari rumah saya sudah membayangkan akan membeli nasi uduk yang biasa parkir di depan taman, atau membeli siomay, batagor, dan sebagainya. Ternyata kalau hari kerja semua penjual tersebut tidak ada.

Di area taman, sedang ada anak-anak PAUD atau TK yang sedang berolahraga beserta guru-guru dan ditemani orangtuanya. Kami mengambil satu titik lalu menggelar alas piknik seperti biasa. A mulai berjalan menenteng binokuler dan bertanya di mana burung yang bisa ia lihat. Biasanya ia tidak terlalu perduli pada burung dan hanya berlarian saja sambil mengumpulkan batu, namun kali ini ia semangat betul mendongak-dongakan kepala sambil sesekali meneropong segala yang ada di pohon.

DSCN6564_wm

Saya menunjukan padanya beberapa burung kecil yang berlompatan di ranting pohon. Sayangnya, belum sempat memerhatikan burung tersebut sudah terbang lagi. Begitu seterusnya.

DSCN6550_wm

DSCN6556_wm

A terkadang berlarian dengan Abang atau mencari batu-batu kecil untuk dikumpulkan seperti biasa. Ia mengikuti saya saat berdiri di bawah pohon mencari burung. Saya kemudian menunjukan seekor lebah yang sudah tidak bisa terbang pada A.

DSCN6563

Hari itu cuaca mendung dan kami sama sekali tidak bertemu burung takur ungkut-ungkut. Hanya ada sesekali burung kecil yang sulit sekali saya foto. Baterai kamera kemudian habis dan saya baru menyadari bahwa baterai cadangan pun juga habis.

Kami akhirnya hanya duduk-duduk saja di taman memerhatikan A berlarian. A tetak kekeuh mengumpulkan pecahan genteng untuk dibawa pulang.

20180808_100008

Sesudah itu kami pulang dan mampir ke warung sate untuk makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *