Saat harus infus zat besi

Awalnya saya mengira dr. Dian hanya menyarankan saya untuk melakukan proses infus zat besi dan tidak wajib. Maka kami pun belum juga melakukan infus hingga pertemuan berikutnya dokter menanyakan lagi.

Untuk persalinan normal HB memang diwajibkan minimal 10. Sementara saya masih di bawah itu. Dikhawatirkan persalinan menjadi beresiko pendarahan jika HB ibu kurang. Waktu persalinan A, kayanya saya juga kurang dari 10 tapi dokter nggak menyarankan infus zat besi. Tapi ya efeknya abis lahiran saya hampir jatuh di depan kamar mandi karena pandangan gelap semua.

Sebelumnya saya pun diwajibkan untuk periksa HB lebih detail lagi terkait HB rendah itu karena kecurigaan adanya talasemia. Tapi syukurlah setelah cek lab HB yang lebih detail (di lab prodia dengan biaya Rp 1.295.000 ahuhuhuhu) tidak ada hasil yang mengarah ke talasemia. Penyebabnya hanyalah faktor penyerapan dalam diri saya yang rendah.

Lalu akhirnya Senin lalu saya melakukan infus zat besi di BWCC Jagakarsa juga. Awalnya saya pikir bisa dilakukan di RS atau klinik bersalin lain. Namun beberapa RS dekat rumah yang saya tanyakan ternyata tidak menyediakan. Dan kalaupun ada harus berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan di RS tersebut. Pilihan pun balik lagi ke BWCC.

Hari itu saya berangkat sendiri. Abang akan melakukan ujian di rumah secara online pada siang harinya. Semoga sebelum mulai ujian saya sudah selesai sehingga kami bisa bergantian menjaga A di rumah.

Jam 10 saya mulai infus. Perawat mengalami kesulitan memasukan jarum infus hingga harus diulang 3x huhu. Pas akhirnya bisa, lama-lama saya ngantuks tapi nggak langsung ketiduran. Jam 11 kayanya baru saya pules hihi.

20181022_094944

Jam 12 saya kebangun karena tangan saya yang diinfus berasa sakit. Pas saya lihat ternyata tidak menetes dari kantong. Saya pun WA perawat dan sekaligus bilang pada ibu yang mengantar makan siang. Perawat datang dan akhirnya tuh infus diutak-atik. Ternyata pergelangan tangan saya sampai bengkak karena macet huhu. Katanya emang kadang-kadang suka ada yang kaya gitu. Mungkin posisi tangannya kurang pas. Perawat pun berkali-kali mengecek dan membetulkan posisi tangan hingga mengganjal tangan saya dengan selimut.

20181022_094950

Saya pun surprised karena dapat makan siang, apalagi menunya rendang 😂. Akhirnya karena takut infus macet lagi, saya makannya dengan terpaksa pake tangan kiri.

IMG-20181022-WA0003

 

Proses infus pun berlangsung molor hingga 3.5 jam. Akhirnya karena macet lagi jadi nggak sampai habis banget. Total biaya untuk infus ini adalah Rp 835.800. Setelah itu saya pulang dan nggak lama A bangun dari tidur. Kangen berat setelah ditinggal beberapa jam sama saya 😝.

Proses HB naik kira-kira 1 hingga 2 minggu. Mari berdoa saja semoga proses naiknya bisa lebih cepat menjadi 12 sambil juga adik bayi beratnya menjadi cukup dan kami sehat dan selamat dalam proses persalinan di waktu yang tepat. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *