Ditraktir makan di Raa Cha

Menjelang HPL dan kontraksi palsu sering bermunculan, saya janjian dengan seorang sahabat. Lama sekali kami tak bertemu. Sahabat saya itu pun mengajukan pilihan restoran yang bisa kami tuju. “Bumil nggak usah khawatir, ditraktir aja.”

Iiih asyiiik… ditraktir.

Kami akhirnya bertemu di sebuah mall dan lantas menuju Raa Cha restaurant. Saya bilang sama sahabat saya itu pas mau masuk: “Gw belon pernah lho makan beginian, lo aja yak yang ngambil duluan.”

Sahabat saya bilang; “Ssips. Ntar gw ambilin aja sekalian biar lo ga repot bawanya.”

Trus sahabat saya mulai lah memilah berbagai menu di semacam etalase. Isinya daging, sayur, aneka sea food, dan lauk lainnya. Lalu pramusaji bertanya jenis kuah yang mau kami pesan. Akhirnya kami putuskan memilih yang spicy. Keputusan yang kurang tepat karena ternyata pedes banget!

Setelah itu memilih minuman. Saya pun pesan es teh lemon. Minuman ini dituang sendiri dan bisa direfill sesuka hati. Barulah semua dihitung dan dibayar di kasir. Kemudian kami menuju meja untuk makan.

Jadi Raa Cha ini semacam Thai resto di mana pembeli memilih sendiri setiap menunya dan memasaknya sendiri di meja. Seru lho buat saya hihi norak banget yah. Etapi setelah diingat-ingat saya pernah juga deng makan di resto kaya gini. Yaitu di Itasuki Mall Kota Kasablanka. Tentunya ditraktir juga hehe.

Raa Cha ini ternyata sudah ada logo halalnya. Jadi aman deh makannya.

Sayangnya karena saya mau fokus ngobrol jadi nggak foto-foto makanannya. Itu sebabnya postingan ini nggak saya masukan di kategori review. Semoga kapan-kapan bisa makan di situ lagi. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *