Ngabuburit di perpustakaan rumah

Bulan ramadhan tahun ini tidak kalah istimewa dari tahun sebelumnya. Tahun ini alhamdulillah sudah ada adik N yang hadir di antara kami.

Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, yaitu burit yang artinya sore hari ataupun menjelang maghrib.

Ngabuburit pun kemudian lekat dengan bulan ramadhan dan diartikan sebagai kegiatan menunggu berbuka puasa.

Sama seperti tahun lalu, kami diberi kesempatan berpuasa sekeluarga di bulan ramadhan alias Abang hampir selalu berada di rumah. Hal ini menguntungkan sekali karena bisa bergantian menjaga anak.

Menjelang bulan ramadhan, A sudah sibuk bertanya kapan ramadhan datang. Lalu ketika sore hari ia sibuk bertanya berulang-ulang apakah sudah adzan magrib atau belum.

Maka, selain menyiapkan makanan untuk berbuka, ngabuburit kami pun diisi dengan menjelaskan berulang-ulang mengenai waktu adzan, apa itu buka puasa, shalat tarawih, dan seterusnya.

Sejak tahun lalu, kami juga membuka perpustakaan di rumah. Jam membaca dan bermain di perpustakaan kami adalah pagi jam sembilan hingga jam duabelas, dan sore hari jam empat hingga setengah enam.

Meski, tidak setiap hari namun terkadang ada juga anak yang datang ke rumah untuk membaca buku maupun mewarnai. Tentu saja bagi kami hal tersebut lebih baik jika dibandingkan anak-anak bermain di jalan raya atau bermain game online.

A sendiri sibuk berpromosi di luar rumah jika belum ada anak-anak yang datang ke rumah kami.

Sejauh ini anak-anak cenderung lebih sering datang saat siang hari dibandingkan sore hari. Meski memang belum maksimal, semoga saja perpustakaan rumah kami bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar terutama di bulan penuh berkah ini. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *