Hadir di pameran studi New Zealand

Juli 2019

Saya kembali ragu apakah jadi hadir di pameran studi NZ atau tidak. Beberapa kali saya kembali browsing mengenai program studi dan kampusnya, dan berniat kembali menyimpan rencana itu dalam hati saja meski saya sudah mendaftar ke acara via email sejak jauh hari. Pada hari H, Abang kembali mengingatkan dan kembali saya ragu. Pasalnya A belum tidur siang dan saya khawatir akan kesorean ke lokasi.

Menjelang jam 12 akhirnya ia tertidur. Kami pun membangunkannya saat pukul setengah 3 sore dan grabak-grubuk memesan ojek online menuju lokasi. Khawatir terjebak macet sementara acara hanya digelar hingga pukul 5 sore. Saya naik ojek sambil menggendong baby N dan A di depan bersama bapak ojek. A menolak naik ojek bersama Abang.

Ojek kami tiba lebih dulu di Grand Hyatt, saat itu sudah pukul 4. Saya bergegas ke pintu masuk setelah melewati barcode screen tiket.

Syukurlah baby N nggak menangis saat masuk ke ruangan yang cukup ramai orang. Saya melihat ada antrian yang cukup mengular di sebuah meja kampus. Berbekal daftar kampus yang diberikan dan ingatan yang rupanya melayang karena terlalu nervous saya akhirnya memilih sebuah kampus.

Setelah mengantri cukup lama hingga adik N akhirnya digendong Abang yang baru tiba, saya akhirnya sampai di meja para promotor kampus. Saya bertanya beberapa hal mengenai program studi yang saya inginkan dan si mas bule itu rada bingung.

Ia menanyakan ulang program studi S1 saya. Saya pun bingung. Apa saya salah dengar atau gimana ya.

Ternyata menurutnya, program studi S1 saya terdahulu itu unik dan ia baru tahu ada program studi tersebut. EALAAAAH KE MANA AJEE. SITU NGGAK GAOL APA GIMANA YA!

*sewot.

Masalahnya, selama ini saya tahunya orang lokal aja yang agak nggak tahu program studi saya, itu pun sudah semakin berkurang. Sementara library science tuh di luar negeri pada bejibun dan lebih OK. LHA KOK INI DIA MALAH NGGAK TAU.

Maap ya sewot.

Saya cuma nanya, “You don’t know? Seriously? How come?”

Pada akhirnya saya nggak jadi minat kampus tersebut karena menurutnya program studi Master yang awalnya saya pilih itu lebih ke computer science daripada information science. Dan karena dia aja selaku marketing kampus nggak tau ya udah lah ya.

Akhirnya di meja itu saya ya jadi bingung mau tanya apa. Akhirnya saya bilang you punya kampus punya program studi apa yang bisa dimasukin any major. Katanya ga bisa, harus sama S1 dan S2 samaan. Halah dadah babay ini mah.

Akhirnya saya pilih meja kampus sebelah yang agak kosong dan bertanya program studi apa saja yang bisa saya ambil. Si ibu menjawab kalau S2 business strategy-nya menerima S1 program studi dari mana saja.

Saat kami lagi asyik mengobrol, A datang dan mendorong-dorong saya sambil cekikikan. Dari tadi memang ia mencari perhatian sambil berlari ke sana ke mari dan mendorong tiap saya sedang mengobrol. Si Ibu host kampus berkata bahwa ia punya sesuatu untuk A. Ia pergi ke meja mengambil sesuatu yang ternyata adalah boneka kiwi! A malah malu-malu dan menggeleng, ketika si ibu menunjukan wajah nggak minat memberikan boneka untuk A, ia malah mengambilnya. Heheh dasar bocah.

Setelah itu saya nggak tahu mau tanya apa lagi. Yo wess, apa adanya banget nanyanya soalnya kami dateng udah kesorean dan kehabisan kue.

Sampai rumah saya periksa daftar kampus NZ dan mencocokan di internet ternyata kampus yang ada program studi yang sesuai sama S1 saya itu ya si kampus yang antriannya ruarrr biasa itu huhuhuhu alias Victoria University of Wellington.

Anyway, thanks to Abang yang lagi-lagi mengizinkan saya ikutan pameran. One step ahead.

Oh iya, kalau di dua tahun lalu saat pameran beasiswa Eropa saya termasuk satu-satunya pengunjung di saat itu yang membawa anak, di pameran kali ini cukup banyak juga yang membawa anak dan bayi.

Habis itu kami buru-buru cari mushola karena belum shalat. Saya baru tahu kalau Mall Grand Indonesia ini ya sebelahan sama Grand Hyatt. Duh, masuk mall super besuar membuatku minder. Ini salah masuk deh 😭. Apalagi pas liat antrian di toko baju yang harganya selangit itu. Haha sumpah ye nggak level gw banget yang belinya di pasar 😬.

Ketemulah mushola mall yang super bersih, sambil nunggu shalat maghrib sekalian. Bayi anteng aja ngoceh sendirian sementara kami shalat. Setelahnya A mengeluh lafar, jadilah kami mencari tempat makan di junk food yang harganya udah pasti-pasti aja. Sambil makan eh di bawah ada spot orang berkerumun. Ternyata pada nungguin pertunjukan air mancur yang joget dan berhiaskan lampu warna. Alhamdulillah rezeki hiburan buat A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *