Main-main ke Monas dan RPTRA Kali Jodo

Akhir pekan di awal Januari lalu, kami berkunjung ke Monas. Ide itu mendadak saja dan sebenarnya hampir dibatalkan mengingat cuaca ekstrim yang melanda sejak awal bulan dan juga peristiwa banjir di banyak tempat. Namun akhirnya keluarga saya dan kakak, juga Ibu memutuskan untuk tetap berangkat.

Sebelum naik angkot dari rumah saya lupa membawa uang untuk mengirimkan paket untuk pembeli sehingga harus balik lagi ke rumah. Sesaat akan tiba di stasiun hujan cukup deras dan kami setengah berlari menuju stasiun. Syukurlah hujan reda lalu langit pun cukup cerah.

Kami berangkat dengan kereta dan turun di Stasiun Gondangdia lalu dilanjut dengan taxi online. Kami akhirnya tiba juga di Monas di tengah cuaca yang mendung.

Tujuan saya ke Monas selain piknik yaitu sekalian pengamatan burung hehehehe. Alhamdulillah ketemu burung takur ungkut-ungkut, punai gading, dan burung lokal lainnya.

Punai gading
Takur ungkut-ungkut
Ini sudah hafal kan

Kami duduk-duduk di rumput dan menikmati angin kencang yang berhembus di tengah gumpalan awan kelabu. Anak-anak berlarian di rumput dan menikmati udara bebas yang sudah cukup bersih dibandingkan beberapa bulan lalu.

Ketika kami memutuskan untuk pulang, hujan mulai turun. Kami akhirnya setengah berlari dan berteduh terlebih dulu di mushola dan warung souvenir. Setelah itu kami makan di foodcourt yang tersedia. Makanan di warung tersebut semua harganya rata-rata sama yaitu Rp 20.000.

Setelah selesai makan kami berjalan keluar dan anak-anak memutuskan untuk ingin naik bus tingkat alias bus Wisata kota Jakarta.

Ternyata bus yang masih berada di halte adalah bus wisata jurusan Kali Jodo, sementara bus lain yang langsung berangkat dan sudah penuh adalah bus yang akan singgah sesudahnya ke Museum BI, Kota Tua, dan seterusnya. Waah kami baru tahu kalau ada dua jurusan.

Sejak bus wisata diluncurkan saya memang belum pernah naik karena pastinya penuh saat mengantri. Pernah juga mengajak A beberapa tahun lalu tapi ia menggeleng, mungkin karena melihat keramaian saat akan naik.

Setelah lama menimbang di halte Monas tersebut, akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk naik. Sing penting bocahe seneng naik bus tingkat. Nanti turun saja di halte yang terdekat dengan wilayah rumah lalu naik taxi online lagi.

Kami naik ke lantai 2, bus terlihat bersih tapi sayang sekali AC-nya tidak dingin huhu. Ditambah agak lama menanti penumpang lagi sehingga banyak yang mulai kipas-kipas juga.

Setelah sekitar 20 menit akhirnya bus berjalan. Tapi ternyata suasananya sudah berbeda. Maksudnya dulu saya dengar katanya ada pemandu wisata yang menjelaskan dengan speaker. Nyatanya tidak ada. Penumpang juga pada diam saja. Kayanya cuma kami doang yang agak heboh hehe.

Akhirnya saya kesampaian juga naik bus tingkat di Jakarta!

Bus melewati berbagai pemberhentian. Anak-anak masih belum mau diajak turun. semakin lama semakin jauh ni kayanya. Pikir saya. Selang beberapa menit anak-anak mulai mengantuk. Lha gawat amat kalo harus gendong-gendong bocah turun tangga bus. Akhirnya kami mau bilang pak supir kalau kami akan turun di halte berikutnya. Kami udah maju sampai depan tangga, tapi ragu-ragu. Lalu saya lihat ada larangan yang ditempel di dinding dekat tangga kalau penumpang dilarang bersandar pada tangga. Waduh iya sih gawat juga kalau tiba-tiba bus ngerem.

Akhirnya saya dan Abang duduk lagi di bangku kosong dekat tangga, sementara kakak saya turun. Pas lagi duduk itu saya curiga kok busnya mengarah ke jalan tol.

“Yah, masuk tol ini mah.” Kata Abang.

Oalaaah bablas ke tol hahahaha. Jadi ternyata jurusan Kali Jodo itu ya langsung lewat tol ke RPTRA Kali Jodo. Ya udah lah, mau diapain lagi.

Akhirnya 20 menit kemudian kami tiba di RPTRA Kali Jodo. Anak-anak yang sudah mengantuk pas sampai di sana malah seger lagi. Sebenarnya sempat kami berpikir mau naik lagi aja busnya untuk pulang, tapi ya udah tanggung. Liat-liat aja dulu di RPTRA, mana tau ada yang jual minuman seger hehe.

Kami hanya berkunjung ke bagian depannya saja karena matahari sudah terik saat itu. Mainan anak di RPTRA ini masih terbilang dalam kondisi baik. Sementara ibu pengurus setia mengingatkan pengunjung lewat pengeras suara untuk tidak menggunakan alas kaki masuk ke kamar mandi dan ke tempat bermain, tidak makan di area bermain, dan juga permainan hanya untuk anaknya, bukan orangtuanya.

“Bu, bu… mohon jangan naik ayunan ya. Itu buat anaknya saja.”

“Bu, jangan pakai sendal masuk ke kamar mandi yaaa.”

“Dimohon kalau mau makan di aula saja, jangan di arena bermain.”

Begitu kira-kira hehe.

Banyak keluarga yang membawa bekal makan dan makan di aula tersebut. Rupanya memang mereka juga naik bus wisata dan mampir ke RPTRA ini sebagai tujuan wisata.

Setelah anak-anak capek dan kembali mengantuk, akhirnya kami pun memutuskan pulang. Pas sekali saat itu ada bus lagi yang datang. Sayangnya kali ini pun AC-nya tidak dingin.

Bus melaju cepat dan tidak terkena macet. Kami pun turun di halte Sudirman.

Alhamdulillah untuk hari itu. InsyaAllah kami berkeliling lagi nanti! Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *