Mulai berkebun lagi

Akhirnya saya mulai lagi memegang pot dan tanah lagi. Kurang lebih 2 tahun kayanya, dari sejak hamil hingga sekarang! Duh!

Pojokan tempat menaruh pot yang berantakan akibat pompa air yang rusak dan terpaksa beberapa bagian tembok semen dijebol sana-sini. Itu terjadi satu hari pasca melahirkan. Semakin lama semakin berantakan sehingga membuat malas membereskan. Apalagi kerjaan sehari-hari ya hanya menyusui bayi di mana kalau bayi tidur pasca menyusu ya saya ikut tidur juga.

Teras kecil yang awalnya bisa untuk meletakan pot pun sudah tidak muat. Banyak sekali alasan sebenarnya yang mungkin hanya sekedar alasan. Tapi itulah kenyataannya.

Di tengah masa pandemi seperti ini, masa di mana semua serba tak menentu dan tak pasti. Saya mengkhawatirkan tentang masa depan dan nasib anak-anak. Hingga akhirnya saya putuskan membereskan sedikit saja pojokan yang terbengkalai agar kami bisa menanam lagi.

Apa yang mau ditanam?

Pertama. wortel yang saya simpan di kulkas dan mulai muncul tunasnya.

Kedua, ubi ungu dengan kondisi yang sama.

Saya tak terlalu lama menyimpan mereka tapi yang terjadi ya seperti itu, tunasnya sampai muncul hingga saya putuskan meletakan tunas yang mulai tumbuh tersebut di tray semai hidroponik yang sempat saya beli dan juga terbengkalai.

Saya letakan rockwool yang diberi air. Jangan lupa airnya diganti ya karena bisa terdapat telur nyamuk.

Daun wortel pun semakin tumbuh dan tinggi.

Hingga akhirnya setelah 2 mingguan, saya putuskan pindahkan ke pot.

Nah, inilah bagian susahnya haha. Anak yang pertama sudah dipastikan akan ikutan. Sementara yang kedua udah merengek-rengek sambil terus-terusan memerhatikan kami dari pintu. Ketika sudah kenyang ia mainan saja sama bapaknya sambil tetap sesekali nongol di pintu. Sementara saya dan A menyiangi tumbuhan-tumbuhan merambat yang sudah melintang ke sana ke mari. Tumbuhan itu akhirnya A tanam di pot dan hasilnya seperti ini.

Pot pertama
Pot kedua

Setelah pot berisi tanaman kering dan mati sudah saya buang, barulah kami bisa punya pot kosong lagi yang bisa diisi tunas wortel dan tunas ubi ungu.

Ubi ungu

Oh iya, pas lagi membereskan saya menemukan entah nih kencur atau bukan ya. Tapi karena masih kecil jadi saya tanam lagi.


Besoknya saya juga menambahkan tumbuhan ginseng-ginsengan yang sudah hampir mati dan juga akar daun bawang yang saya potong pasca belanja di warung sayur.

Semoga benar-benar tumbuh dan bisa sampai panen. Aamiin.

3 thoughts on “Mulai berkebun lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *