Manfaat menggunakan sikat gigi bambu

She’s selling a tootbrush!

Dua orang anak tertawa saat melewati saya yang saat itu sedang mengisi bazaar di sebuah sekolah dasar swasta. Seharusnya adegan dua anak yang melewati saya sambil cekikikan itu bisa saya jadikan gong untuk berdiskusi dengan mereka mengenai pentingnya sikat gigi bambu. Karena mungkin buat mereka lucu sekali di tengah bazar berisi makanan dan mainan anak-anak itu ada satu-satunya stall yang menjual sikat gigi.

Namun, sayangnya saat itu baby N baru saja tertidur pulas di pangkuan saya. Sehingga saya tak bisa memanggil atau menghampiri dua anak itu dan mengajak ngobrol mereka mengenai sikat gigi bambu.

Sejak jaman Rasulullah, manusia membersihkan gigi dengan batang kayu yang bisa dikelupas, yaitu kayu siwak. Semenjak ditemukannya plastik dan pasca Perang Dunia ke-2, penggunaan sikat gigi mulai marak di berbagai kalangan masyarakat dunia.Penggunaan plastik pun merata di hampir semua kegiatan sehari-hari manusia. Tak terkecuali benda berukuran ramping yang bernama sikat gigi. Ukurannya tak besar seperti kantong plastik untuk tempat sampah memang. Tapi bahan gagangnya tetap saja dari plastik yang berarti sulit terurai ketika tidak lagi digunakan.

Baca juga: kenapa memulai zero waste

Gagang sikat gigi terbuat dari plastik dan mencemari lingkungan ketika dibuang ke alam karena menambah tumpukan sampah. Sikat gigi tidak lagi baik digunakan ketika bulu sikatnya sudah mekar. Yang berarti dalam waktu sekian bulan sekali sikat gigi idealnya diganti dengan yang baru. Kita bisa memanfaatkan sikat gigi bekas itu untuk membersihkan lantai atau wastafel. Tapi ketika sudah tidak lagi bisa digunakan mau tak mau kita akan membuang sikat gigi bekas tersebut ke tempat sampah.

Jika satu orang berganti sikat gigi 3 kali dalam setahun maka bisa diperkirakan satu orang dapat menghasilkan 180 sampah sikat gigi selama ia hidup. Bahkan berdasarkan tulisan National Geographic, satu orang bisa berganti sikat gigi hingga 300 kali!

Untuk itulah pentingnya kita beralih ke sikat gigi ramah lingkungan yaitu sikat gigi bergagang bambu.

Kenapa bambu? Karena bambu merupakan pohon yang ramah lingkungan dan sudah terbukti tahan lama. Batang bambu bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Sikat gigi bergagang bambu merupakan sikat gigi yang ramah lingkungan karena bisa terurai di alam. Kita tidak perlu khawatir akan mencemari lingkungan. Meski begitu tetap saja kita wajib menjaga sikat gigi awet dan tetap tahan lama untuk digunakan ya. Jangan malah karena alasan terurai di alam lalu kita bergonta-ganti dengan mudahnya.

Lalu bagaimana dengan bulu sikatnya?

Nah ini memang belum ditemukan solusinya. Bulu sikatnya yang terbuat dari nilon masih belum bisa digantikan dengan yang lain. Tapi setidaknya kita sudah turut berkontribusi mengurangi sampah.

Bulu sikat dari nilon di sikat gigi bambu ini tetap lembut di gusi. Warnanya memang tidak semenarik sikat gigi biasa sih, sejauh ini hanya ada warna hitam, putih, dan pelangi.

Lalu apa kelemahan sikat gigi bambu? Karena bahannya dari batang pohon maka mudah sekali berjamur. Sehingga jangan menyimpan sikat gigi bambu di tempat yang lembab seperti di kamar mandi agar gagangnya tidak berjamur.

Yuk, beralih ke sikat gigi bambu!

Sikat gigi bambu dari toko Glassmind.

IG: @glassmind

2 thoughts on “Manfaat menggunakan sikat gigi bambu

  • June 25, 2020 at 6:11 pm
    Permalink

    Wah, aku salah satu yang udah pernah nyobain sikat gigi bambu. Rasanya nggak ada beda dengan sikat gigi plastik, hanya saja, benar, gagangnya mudah jamuran karena saya taruh di kamar mandi
    Next kalau beli lagi, semoga saya bisa rawat lebih baik supaya umur sikat giginya bisa lebih awet hihihi.

    Reply
    • June 26, 2020 at 2:38 am
      Permalink

      Betul. Aku juga pas yang pertama kali ditaro aja di kamar mandi. Baru seminggu kayanya eh langsung jamuran gagangnya. Yang sekarang ditaro di luar kamar mandi pakai gelas kering hehe.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *