Jenis-jenis sedotan pengganti sedotan plastik

Meruaknya video mengenai hidung penyu yang kemasukan sedotan membuat banyak orang pada akhirnya kemudian tersadar untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik.

Sama halnya seperti kantong plastik, sedotan plastik juga merupakan sampah yang waktu pemakaiannya hanya sebentar. Kita memesan minuman di warung atau restoran makan, kemudian penjual akan memberikan bonus berupa sedotan plastik. Tak sampai setengah jam, minuman itu akan segera habis dan sedotan plastik pun dibuang ke tempat sampah. Dalam sehari bisa ada ratusan sampah sedotan plastik yang dihasilkan hanya dari satu warung saja.

Dengan adanya sosial media, kampanye mengurangi sedotan plastik (berdasarkan pengamatan saya) menyebar dengan luar biasa cepat.

Video penyu mengalihkan dunia dari penggunaan sedotan plastik, (lagi-lagi berdasarkan pengamatan saya) kepedulian tentang sampah dan penyu saat itu mulai bergeser dari pegiat konservasi saja menuju masyarakat awam yang memiliki cukup kepedulian.

Tren beralih dari sedotan plastik kemudian meningkat tajam saat para selebgram di jagat instagram menggunakan alternatif sedotan lain selain plastik. Pembelian sedotan alternatif pun meningkat pesat. Entah karena memang perduli pada nasib bumi ataupun karena sekedar ikut-ikutan dan ingin mengunggah foto dengan sedotan alternatif. Yang jelas kampanye mengurangi sedotan plastik dinilai berhasil menurut kacamata saya.

Dan berikut adalah berbagai jenis sedotan reusable alias bisa dipakai berulang kali sebagai alternatif dari sedotan plastik yang disposable alias sekali pakai buang:

  1. Sedotan kaca

Sedotan kaca biasanya terbuat dari bahan pyrex maupun borossilicate. Bahan borossilicate tergolong tahan panas dan lebih tebal. Sehingga sedotan kaca bisa tahan panas dan tidak mudah retak.

Namun banyak juga yang ragu pada sedotan kaca karena khawatir mudah pecah. Terutama untuk konsumen yang membutuhkan sedotan untuk anak. Sedotan kaca pun membutuhkan case agar tidak mudah pecah saat dibawa bepergian.

Meskipun begitu, sedotan kaca tetap dibutuhkan oleh berbagai konsumen termasuk orang-orang (yang bercerita) bahwa mereka mengkonsumsi prebiotik sehingga harus menggunakan bahan kaca dalam piranti minumannya (saya belum menemukan bacaan tentang ini lebih lanjut, baru sebatas cerita dari konsumen).

Saya sendiri menggunakan sedotan kaca sejak tahun 2015. Saat itu sedotan kaca masih sangat asing di mata masyarakat.

2. Sedotan stainless

Sedotan stainless menggunakan bahan stainless steel, seperti sendok garpu pada umumnya.

Keunggulannya sedotan ini sangat kuat, tahan segala panas dan dingin, tidak perlu khawatir pecah saat dibawa bepergian. Namun sedotan ini juga memiliki kekurangan yang nanti akan saya buat di postingan selanjutnya.

Awalnya sedotan stainless hanya berbentuk lurus saja, namun mengikuti selera pasar sedotan ini pun juga kemudian memiliki variasi sedotan bengkok dan juga sedotan untuk minuman bubble dengan diameter lebih besar.

3. Sedotan bambu

Sedotan bambu dibuat dari tanaman bambu yang memang sudah terbukti memiliki banyak manfaat. Diameternya bervariasi dan tidak sama persis satu dan lainnya. Kekurangannya adalah sedotan bambu akan mudah berjamur, paling lama hanya bisa digunakan terus menerus selama jangka waktu 2 bulan saja untuk kemudian dibuang. Namun karena berasal dari tumbuhan maka sedotan bambu bisa terurai di alam.

4. Sedotan lipat

Sedotan ini merupakan gabungan antara stainless dan silikon. Bagian tengahnya terbuat dari bahan stainless sementara bagian ujungnya terbuat dari silikon. Sedotan ini bisa dilipat yang merupakan keunikan tersendiri. Sementara sikat pembersihnya pun menyerupai pegas yang bisa digulung ke dalam kotak kecil.

Video contoh sedotan lipat:

Di antara sedotan tersebut, mana yang termasuk favoritmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *