Review sabun kayu manis, lidah buaya, dan lavender: sabun alami dari GMS (Green Mommy Shop)

Awalnya saya mengetahui mengenai Green Mommy Shop (GMS) dari Instagram. Kemudian saya tertarik dengan produk-produknya yang semuanya memang berkonsep zero waste.

Salah satu produknya yaitu produk-produk kosmetik alias kecantikan semacam sabun, sampo, lotion, dan sebagainya. Saat itu saya baru sedikit sekali mengetahui mengenai sabun buatan sendiri alias bukan sabun yang biasa kita lihat di iklan layar televisi selama hampir sekian dekade selama ini dan kemudian didominasi dengan sabun cair.

Karena sejak kecil memang sudah mengenali betul sabun yang beredar di pasaran, tentunya tidak mudah beralih sehingga tentu akan terbersit pikiran, “Hah? Memangnya bersih ya sabunan pakai itu?”.

Saya masih ingat betul iklan konsep sabun cair dan sabun batangan yaitu ketika seseorang yang sedang mandi merasa kerepotan dengan sabun batangan yang berulang kali terjatuh di lantai. Sesudah itu seolah booming penjualan sabun cair dari berbagai merk.

Saya baru menyadari kalau sabun cair yang selama ini digunakan memicu pemborosan hehe. Botol sabun cair yang tinggal pencet memang memudahkan sekali, sehingga tidak perlu repot-repot menuang maupun menggenggam sabun yang licin. Dalam hal ini iklan sabun cair memang betul-betul meresap di masyarakat.

Ketika melihat produk Green Mommy Shop, saya penasaran sama produknya yang katanya alami dan ramah lingkungan. Produk-produk Green Mommy Shop menggunakan kemasan yang juga diusahakan untuk tidak menghasilkan sampah.

Selama ini memang mulai resah dengan sampah yang dihasilkan tapi karena merasa belum tahu pengganti dari produk-produk yang biasa dibeli, pada akhirnya ya tidak berusah mengganti apa-apa.

Saya pun mulai mengubah konsep produk yang selama ini sudah terlanjur menempel dan mencoba beralih. Lalu mulai memilah dan memilih kira-kira sabun apa ya yang cocok untuk kulit saya yang sensitif ini?

Saya pun mencoba sabun kayu manis untuk produk pertama.

Ketika produk sampai, ternyata Green Mommy Shop memang mengusahakan kemasan yang ramah lingkungan. Dikemas dengan kardus dan minim plastik, kecuali untuk bahan yang mudah pecah tetap dikemas dengan bubble wrap.

Begini nih penampakan sabunnya. Pembungkusnya dari kertas. Bentuknya kotak dan berukuran cukup besar.

Wangi khas kayu manis sudah tercium ketika saya membuka kertas pembungkusnya. Lalu bagaimana saat dicoba?

Awalnya saya mengira sabun alami macam ini akan sulit berbusa. Karena sabun cair yang biasanya ditawarkan menjanjikan busa yang melimpah dan jujur saja saya jadi berpatokan bahwa busa yang melimpah adalah sabun yang baik.

Untuk sabun kayu manis ini ketika terkena air juga muncul busa yang di luar dugaan saya tidak terlalu sedikit. Saya pikir tidak akan ada busa sama sekali. Ternyata ada meski tidak melimpah. Dan ternyata saat terkena kulit langsung haluuuuuus sekali terasanya wuaaah! Wanginya pun sangat alami. Buat yang tidak terbiasa mungkin akan terasa aneh di hidung tapi percayalah kalau sudah terbiasa kita jadi tahu bahwa memang seperti itulah wangi sabun yang terbuat dari bahan-bahan alami. Bahkan wanginya pun jadi menenangkan dan bikin rileks.

Produk kedua yaitu sabun lidah buaya alias aloe vera. Aloe vera memang dikhususkan untuk melembabkan kulit sehingga dengan sabun ini kulit jadi terasa sangat halus dan lembab. Sayangnya ukurannya lebih kecil dari sabun yang sebelumnya sehingga dipakai bertiga sama anak-anak saya juga cepat sekali habis hehe.

Produk ketiga yaitu sabun sereh dan levender. Wangi sereh dan lavendernya enaaak banget. Pokoknya khas kaya wangi alami dan juga membuat kulit terasa halus. Untuk ukurannya lebih besar.

Hal yang paling penting dari menggunakan sabun alami adalah bahwa hasil limpahan air sabun yang mengalir setelah kita gunakan itu tidak mencemari lingkungan karena terbuat dari bahan-bahan alami. Senangnya!

Nah, sekian review produk sabun alami dari Green Mommy Shop. Ada ide lain nggak, kira-kira sabun alami apa ya yang layak dicoba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *