Review film: Mulan (2020). Spoiler warning

Bulan Maret 2020 yang ditunggu-tunggu untuk bisa nonton film Mulan di bioskop pun terlewat begitu saja. Pandemi merebak dan akhirnya film Mulan yang mau digelar bulan Maret diundur menjadi Juli 2020.

September ini, akhirnya terwujud juga nonton Mulan terbaru. Sempat nggak mau high expectation karena kan masih teringat jelas film versi animasi di tahun 1998. Saat itu saya masih SD ya kalo nggak salah. Diajak nonton sama sanak famili yang suka dapat tiket nonton gratisan. Waktu itu saya pun nonton bersama bareng adik-adik sepupu.

Film Mulan diproduksi oleh Walt Disney Pictures. Tokoh utama Mulan diperankan oleh Liu Yifei. Alur cerita Mulan (2020) tidak jauh berbeda dengan Mulan versi animasi (1998).

Film ini bercerita mengenai seorang anak perempuan bernama Mulan yang dituntut untuk menjadi anak perempuan pada umumnya yaitu memiliki attitude yang baik, bersolek, dan nantinya diharapkan membangun rumah tangga dengan baik. Mulan sebagai perempuan rupanya memiliki kemampuan berbeda sejak kecil yang ditampilkan di awal film yaitu memanjat genteng, berlarian, hingga berkuda. Ia dituntut untuk menghilangkan sikapnya itu dan menjadi perempuan biasa saja. Atau mengutip istilah pada film; Mulan harus menyembunyikan kemampuan Chi-nya.

Jika Mulan pada versi animasi tinggal bersama ayah dan neneknya saja, maka di film Mulan (2020) ia tinggal bersama ayah dan ibu, bahkan memiliki adik perempuan. Mereka adalah keluarga Hua.

Saya bersyukur sih adiknya nggak resek gitu karena beda sifatnya sama Mulan hahaha. Malah mereka saling sayang sebagai adik kakak. Ini ditunjukkan dari sikap Mulan yang melindungi adiknya dari ketakutannya terhadap laba-laba meski pada akhirnya membuat lamarannya dibatalkan karena perantaranya merasa terganggu dengan Mulan yang tidak behave!

Konflik timbul ketika Raja dinasti pada masa itu terancam oleh penjahat bernama Bori Khan (diperankan Jason Scott Lee). Untuk melindungi kerajaan maka setiap keluarga wajib mengirimkan anggota keluarganya untuk ikut berperang. Sementara ayah Mulan sudah kesulitan berjalan meski sebelumnya ia kabarnya sangat hebat dalam berperang.

Mulan pun tidak bisa menahan keinginannya untuk menggantikan sang ayah. Ia kabur dari rumah mengenakan baju ksatria sang ayah dan membawa serta pedangnya. Karena tentu saja perempuan dilarang berperang, maka Mulan berniat menyamar menjadi laki-laki.

Mulan (1998)

Mulan sempat kesulitan di awal menuju tempat camp karena tersesat tapi kehadiran burung phoenix yang dipercaya sebagai sang leluhur, memandunya agar sampai ke tujuan. Mulan pun memulai penyamarannya dan mengaku bernama Hua Jin dari keluarga Hua.

Mulan (2020)

Di tengah para ksatria yang seluruhnya laki-laki, tentu saja Mulan merasa risih karena harus menyembunyikan identitasnya. Apalagi ketika semuanya harus mandi bersama! Mulan pun rela berminggu-minggu tidak mandi.

Hal yang beda lagi adalah kehadiran witch alias penyihir dalam film ini. Yaitu perempuan yang memiliki kemampuan chi seperti Mulan namun juga tidak diakui karena gendernya, ia pun membalas dendam dengan menjadi penyihir dan bergabung dalam peran penting di barisan Bori Khan untuk menggulingkan kerajaan.

Dalam animasi Mulan cukup dekat dengan prajurit bernama Li Shang, yang kemudian tidak dimunculkan dalam film terbaru ini. Di film ini Mulan berteman dengan seseorang bernama Chen Honghui (Yoson An) yang menjadi rivalnya dan merasa kagum akan kemampuan Mulan. Ia sempat memergoki Mulan ketika mandi di danau malam hari namun segera diusir oleh Mulan yang takut penyamarannya ketahuan. Ketika berperang dan mengetahui Mulan adalah perempuan, something called love looks like appear in here. Terus gw malah berharap ada film lanjutan tentang mereka berdua hahahaha.

Adegan perang dalam film ini nggak terlalu berdarah-darah ya, jadi masih bisa sih kalo anak mau nonton. Asal jangan anak kicik banget. Dan adegan berantemnya masih tipikal film chinese yang kalo berantem tuh kaya terbang-terbang gitu sih.

Hal yang agak mengganggu pas berantemnya ya itu si Mulan ngapa rambutnya tergerai sih, ya iya sih ketahuan ceweknya tapi kan kan kan jambakable banget ga sih meski emang pas berantem nggak ada yang jambak dia sih hueee. Etapi ternyata si musuhnya yaitu Bori Khan juga rambutnya panjang haha.

Bonding antara ayah dan anak di film ini lebih berasa sih. Yaitu sang ayah yang sebenarnya antara ingin membebaskan Mulan dengan kemampuannya tapi juga ditekan dengan tuntutan lingkungan untuk mendidik anaknya agar benar-benar menjadi perempuan. Terlihat beberapa adegan yang menjadi kedekatan hubungan mereka sebagai orangtua dan anak. Dalam menit-menit terakhir saat Mulan kembali ke desanya usai berperang, Mulan meminta maaf ke sang ayah karena membawa baju zirah dan pedang bersejarahnya. Namun sang ayah berkata, “It is not my sword that is important, it is you my daughter.”

That’s it the review. Oh iya, film ini sempat mau diboikot, lho di beberapa negara. Gara-garanyaaaa si aktris utama Liu ini rupanya mendukung tindakan polisi Hongkong atas demo yang terjadi di sana berturut-turut itu. Heu sayang sekali ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *