Lombok (5) : pulang

1 Januari 2013 Seberapa pun jauhnya jarak kita melangkah dan berapa lama pun, rasanya kita akan selalu ingin untuk kembali pulang. Saya memang tak tahu ada berapa jumlah para penjelajah di dunia ini yang pastinya bejibun. Tapi rasanya sebagian besar di antara mereka, selalu merindukan rumah di setiap langkah perjalanannya.

Continue Reading

Lombok (4): seashore

Meski Lombok dikelilingi dengan perairan, tapi sejak peristiwa minyak tumpah di Gili Trawangan saya jadi agak ragu bisa menemukan relaksasi di sini, selain ketenangan yang saya temukan di Ampenan bersama anak-anak Rumah Baca Unyil. Apalagi ketika sesudah kunjungan itu, agenda kami adalah menuju Kuta di wilayah selatan Lombok. Yup Lombok juga punya Kuta, bukan Bali…

Continue Reading

Lombok (3): hadiah pelangi

Rute ini tak ada dalam rute rombongan kami, tapi luar biasa penting bagi saya. Bahkan bisa dibilang menjadi semacam fokus utama dari keseluruhan rangkaian perjalanan ini. Sehingga, sejujurnya, bisa sampai ke tempat ini adalah sebuah berkah luar biasa.

Continue Reading

Lombok (2): Gili Trawangan dan minyak tumpah

Selama hampir dua tahun, brace selalu bersama setiap saya menempuh jarak baik saat berada di dalam kota maupun saat ke luar kota. Waktu di mana brace tidak saya gunakan yaitu hanya saat mandi, berenang, dan saat pemanasan jalan pagi. Sehingga ketika harus bepergian ke sebuah tempat dengan jarak cukup jauh, seharian, tanpa mengenakan brace, rasanya…

Continue Reading

Lombok (1): bukan backpacker

Saya sudah mengetahui bahwa perjalanan ini pastinya bukanlah perjalanan backpacking seperti yang selama ini saya idam-idamkan; berkeliling membawa daypack di sebuah daerah yang masih asing, bertanya sana-sini mengenai rute dan arah tujuan sambil melihat peta, makan dan minum di pinggir jalan, serta menaiki angkutan. Bukan. Sama sekali tak seperti itu. Malam hari sejak turun pesawat…

Continue Reading