Puzzle dari bekas stik es krim

Udah lama pengin bikin ini tapi baru kesampen heuhu. Itupun nyari-nyari dulu stik es krimnya di mana. Soalnya saya umpetin trus malah jadi lupa karena dulu udah punya banyak dan dibuang sama ibu huhu. Stock stik es krim ini pun akhirnya cuma bisa jadi 1 puzzle aja dan panjangnya pun nggak sama. Nggak papa lah…

Continue Reading

Yoga bareng The Urban Mama dan Protecal

Tanggal 26 November 2016 lalu, saya mengikuti event yoga bersama The Urban Mama dan Protecal di DLAB by SMDV, Menteng. Sebelumnya saya dipesankan untuk membawa matras sendiri dikarenakan limit peserta yang sudah berlebih ketika mendaftar. Karena belum punya akhirnya seperti biasa saya bawa matras buat kemping aja lah hehe. Saya pun bergegas ke lokasi acara…

Continue Reading

Refleksi 2 tahun menjadi ibu

Terima kasih sudah lahir ke hidup Mamah ya, Nak! Tepat 2 tahun yang lalu kamu lahir dan mbrojol dari rahim Mamahmu ini. Terima kasih sudah selalu mengajarkan segala hal, termasuk menjadi ibu yang sabar menghadapi segala hal dan lingkungan sekitar.

Continue Reading

7 tips membersihkan rumah

Dengan pindahnya kami ke rumah baru, berarti menjadikan salah satu kewajiban utama saya adalah menjaga agar rumah yang kami tempati selalu bersih dan sehat. Apalagi A saat ini, di usianya yang menjelang 2 tahun, sedang giat-giatnya bergerak dan bermain. Di dalam rumah ia melakukan apa saja. Mulai dari membaca buku, berlari, melompat, memanjat, jungkir balik,…

Continue Reading

Memungut benda dari alam

Peralihan waktu antara saat A titah hingga kemudian bisa berjalan sendiri rupanya berlangsung cepat. Padahal awalnya banyak yang selalu menanyakan, “Kapan nih bisa jalan sendiri?” Atau meledek dengan “Jari Mamahnya dipegangin terus, ih!” Karena memang A selalu berjalan sambil memegangi jari telunjuk kiri saya dengan tangan kirinya. Selalu. Tidak mau diubah ke tangan kanan. Entah…

Continue Reading

Membuat kamera dari kardus bekas

Sewaktu akan menempuh perjalanan ke Dieng, sembari packing baju (yang segambreng itu) saya membuat kamera kardus ini secepat kilat. Maklum saat itu A sedang tidur dan itu berarti saya harus menyelesaikan packing sekaligus kreasi ini sebelum ia bangun. Alasan saya membuat kamera kardus sebelum berangkat adalah supaya ia punya mainan baru saat nanti di kereta,…

Continue Reading

Gigi ke-12

“Coba lihat giginya.” Pinta saya pada A untuk membuka mulut. Sekejap ia membuka mulutnya tapi belum sempat saya lihat lebih jauh persoalan gigi geligi ini ia sudah menutup mulutnya lagi. Dihitung-hitung ini adalah gigi ke-12 yang akan tumbuh. Jangan-jangan tumbuh gigi ini penyebab lagi-lagi ia cenderung menolak makanan dan hanya mau minum susu. Sejujurnya saya…

Continue Reading

Belajar berinteraksi di Taipei

Kami masih punya banyak PR terkait interaksi dan pengenalan lingkungan baru pada Dede. Ia bukan hanya masih enggan bertemu orang yang baru ditemui macam teman saya atau Abang, tapi juga “wajah lama” yang seharusnya sudah ia hafal dan tidak perlu ditakuti macam uti alias nenek saya, atau bahkan ummi Abang. Ia masih menolak digendong oleh…

Continue Reading

Pindah bekerja di rumah

Setelah 1 tahun ini banting setir bekerja di rumah (baca: jualan online, nyuci, nyetrika, ngasuh, dan beberes) apakah hal-hal yang pada waktu itu saya impikan dengan berubah dari ibu bekerja kantoran menjadi ibu yang bekerja di rumah terwujud semua dan 100% bebas dari masalah? Sama seperti hampir 5 tahun lalu waktu saya dinyatakan diterima bekerja,…

Continue Reading

Roket daur ulang

Bahwa kami belajar untuk irit itu perlu, tapi bukan pelit. Kami juga belajar bahwa untuk mendapatkan sebuah hasil itu butuh proses. Dan kami belajar untuk tidak menuruti semua keinginannya. Juga kami belajar untuk mengakui dan menghargai segala kreativitasnya. Terima kasih sudah hadir menjadi guru kecil. Jakarta, 21.01.16 1 tahun 3 bulan

Continue Reading