Sharing tentang skoliosis dan kopi darat

Sudah sejak berbulan-bulan lalu, Fita menghubungi saya untuk bersedia melakukan sharing terkait buku indie saya “Pantang padam: catatan skolioser” kepada komunitasnya, yaitu komunitas Backpacker Indonesia Chapter Depok. Saya bersedia saja, sayangnya jadwal kami lah yang sulit untuk dikompromikan. Fita rupanya tidak selalu libur di akhir pekan sehingga kami harus mencari waktu lagi untuk menyamakan jadwal.

Continue Reading

4 alasan kenapa saya menulis buku

Ada banyak alasan tentunya mengenai “mengapa saya menulis buku?” Untuk apa bersusah-susah merangkai kata dan menuangkannya? Supaya kepala tak penuh? Sebagai sarana untuk terus berlatih menggoyangkan pena? Atau supaya dikenal orang? Dengan segala keriweuhan dan proses yang sungguh tidak mudah, kenapa masih juga ingin menulis buku? Self publishing pula?!

Continue Reading

Tim penulisan buku

Nggak lengkap kalau saya nggak menjabarkan satu per satu siapa saja orang-orang yang berjasa di balik buku indie Pantang Padam: Catatan Skolioser. Tentu saja karena sifatnya yang indie alias self publish itu, saya harus mencari dan menentukan sendiri siapa-siapa saja yang akan bekerja sama dengan saya. Dan inilah mereka. 1. Putri Sekar P. (Editor) Putri…

Continue Reading

Pengumuman Giveaway April

Ini diaaa, pengumuman pemenang #GiveawayApril kemarin. Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih bangeeet bagi yang sudah mengirimkan foto dan memberi komentar mengenai buku. Sebenarnya saya juga waswas nggak ada yang ikutan hehe. Yang bilang mau ikut sih banyak tapi sepertinya karena kesibukan dan sulitnya akses internet membuat beberapa orang tak jadi ikutan. Kalau kata Puput,…

Continue Reading

Di balik penerbitan indie buku Pantang Padam

Saat sebuah naskah selesai ditulis, bukan berarti tahap menulis buku telah selesai. Langkah selanjutnya adalah menerbitkannya sehingga bisa sampai di tangan pembaca. Bisa dibilang, buku baru akan lahir setelah ia dibaca dan dinikmati. Mengirimkan naskah ke penerbit-umum seperti yang sudah biasa kita kenal saat ini masih menjadi pilihan banyak orang.¬†Namun ada lagi satu pilihan jalur…

Continue Reading

Giveaway April

Saya suka dengan twitpic, instagram, dan beberapa foto yang dikirimkan dari mereka yang sudah membaca atau bersiap membaca buku saya. Eh, maap ya ini bukannya belagu :)). Alhamdulillah 150 eksemplar buku yang saya cetak sudah habis. Ada beberapa yang diberikan secara langsung, sisanya lebih banyak¬†saya kirimkan via pos. Saya memang tak meminta foto dari para…

Continue Reading

Buku indie, Riza Marlon, dan bonus

Saya jadi ingat pertemuan pertama saya dengan Om Caca alias Riza Marlon. Kalau tidak salah kira-kira akhir Februari tahun 2011. Itu terjadi di sebuah seminar ekowisata di sebuah universitas. Om Caca yang saat itu baru saja menghasilkan sebuah karya berupa buku fotografi berjudul “Living Treasure of Indonesia” hadir sebagai pembicara di acara seminar tersebut. Saat…

Continue Reading

Setelah lahir

Seminggu setelah buku diluncurkan, saya sempat takjub karena orang-orang yang awalnya saya kira tidak akan membeli buku eh mampir ke message, mention, atau email dan memesan buku saya dengan semangat. Sewaktu buku selesai dicetak ada perasaan lega yang memang sulit dilukiskan. Sampai bahkan saya nggak perduli kalau ternyata foto saya di bagian paling belakang, yaitu…

Continue Reading