Piknik di Taman Surapati

wpid-IMG_20130309_162032.jpgMenurut Webster Dictionary, piknik adalah suatu kegiatan tamasya di luar ruangan dengan membawa makanan yang disediakan oleh para peserta masing-masing dan dimakan bersama-sama di ruang terbuka.

Piknik, menurut berbagai sumber, berasal dari bahasa Prancis yaitu piquenique yang kira-kira artinya “berada di luar ruangan dengan makanan”.

Piknik merupakan salah satu kegiatan di luar ruangan (outdoor activity) dan membawa manfaat bagi setiap orang yang melakukannya. Yaitu sebagai kegiatan refreshing yang menyenangkan dan dilakukan sambil menghirup udara segar. Tentunya hal ini bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan fisik.

Pada hari Kamis tanggal 15 Mei 2014, saya bersama rekan komunitas relawan Kelana Kelapa berencana melaksanakan piknik bersama di Taman Suropati. Sayangnya saat hari H ada beberapa relawan yang tidak jadi hadir sehingga yang hadir untuk piknik saat itu hanya saya, Runi, dan Lely.

image

Kami memilih Taman Suropati sebagai tujuan piknik karena taman ini terletak di pusat kota dan bisa diangkau oleh transportasi publik. Saya sendiri menempuhnya dengan kereta turun di stasiun Cikini lalu lanjut naik Kopaja,

Taman Surapati terkenal sebagai salah satu ruang terbuka hijau di kota Jakarta yang biasa digunakan komunitas untuk berkumpul atau sekedar piknik seperti kami, misalnya saja sebagai area berkumpul Komunitas Taman Surapati Chambers yang rutin berlatih biola dan gitar.

Ketika piknik dan merasakan sendiri berada di Taman Surapati, saya menduga banyak yang menyukai Taman Surapati sebagai destinasi piknik kota karena selain memiliki nilai sejarah dan mudah dijangkau, taman ini juga memiliki fasilitas yang memang seharusnya ada di sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH), yaitu jogging track, kursi taman, area untuk sekedar duduk-duduk lesehan, dan dinaungi pohon peneduh tentu saja. Pada saat kami piknik di hari libur tersebut memang cukup banyak keluarga dan kelompok mahasiswa yang mengadakan pertemuan serta beraktivitas di taman yang dahulu bernama Burgemeester Bisschopplein dan dibangun pada tahun 1919 itu.

image

Piknik terasa semakin menyenangkan karena saya beserta Runi dan Lely berbagi makanan bersama yang sudah kami bawa dari rumah dan berbincang-bincang satu sama lain. Sehingga meski hanya bertiga namun hal tersebut tidak mengurangi keceriaan saat piknik.

image

Pepohonan teduh yang rindang membuat suasana semakin nyaman untuk bercengkerama sambil memakan bekal piknik bersama-sama. Kami berbincang tentang segala hal, mulai dari program komunitas selanjutnya, kehamilan saya yang saat itu memasuki usia 5 bulan, hingga rencana pernikahan Runi. Ihiiiy!

image

image

Kalau mau shalat bagi yang Muslim, cukup berjalan kaki dan tibalah di Masjid Sunda Kelapa. Dan kalau masih lapar karena bekal piknik kurang, di area tersebut juga terdapat banyak penjual makanan. Tongseng dan es kelapa jeruknya segaaar hehe.

Semoga semakin banyak jumlah taman kota di Jakarta yang bisa dengan mudah dijangkau masyarakat dengan transportasi publik ataupun berjalan kaki. Sehingga hal ini bisa menambah kreativitas ataupun ruang terbuka untuk melakukan kegiatan positif di kalangan masyarakat.

Piknik bareng Lely dan Runi
Piknik bareng Lely dan Runi

wpid-img_20141009_201944.jpg

imageCara menuju Taman Suropati:

  • Naik kereta dan turun di stasiun Cikini, lalu jalan kaki sampai di kolong. Lanjut naik kopaja 213 dan turun langsung di depan taman.
  • Naik Kopaja P20 dari Lebak Bulus atau Bianglala 76 dari Ciputat.

*********************

Adakah di antara kalian yang sering pergi piknik bersama keluarga dan juga teman-teman?

Berikut beberapa tips dari saya saat akan pergi piknik:

1. Kenali tempat tujuan. Kenali lebih dulu tempat yang akan dijadikan tujuan piknik. Rute, transportasi menuju ke sana, apakah hanya diperbolehkan membawa makanan-jadi atau boleh memasak di tempat. Jika membawa anak-anak, jangan lupa untuk menyempatkan mereka terlebih dulu ke toilet sebelum berangkat plus pengawasan ekstra selama bepergian.

2. Membagi tugas membawa makanan dan minuman.

Di sinilah esensi dari piknik. Yaitu berbagi makanan dengan sistem potluck. Dengan menentukan terlebih dulu siapa membawa apa, maka makanan yang dibawa akan lebih bervariasi dan tentunya lebih seru! Jika tempat piknik membolehkan pengunjung untuk memasak di tempat, bagi-bagilah tugas akan bahan makanan dan perlengkapan yang perlu di bawa.

3. Membawa alas piknik

Supaya duduk lesehan lebih seru dan lebih bersih, akan lebih baik jika membawa alas piknik sendiri dibandingkan menyewa di tempat. Jika sulit, tak perlu yang berat semacam lampit dari rotan atau tikar tapi bisa juga alas duduk tipis dari kain.

wpid-20130312_092803_wm.jpg

4. Menggunakan wadah ramah lingkungan

Sebisa mungkin gunakan wadah atau tempat makan yang ramah lingkungan dan bisa dipakai berulang kali. Hindari penggunaan stereofoam dan plastik yang sekali-pakai-buang karena menambah tumpukan sampah serta sulit terurai. Membawa wadah sendiri juga berarti lebih sehat dan lebih bersih.

5. Hati-hati sengatan matahari

Vitamin D yang berasal dari sinar matahari memang baik untuk kesehatan. Namun kalau sudah melewati waktu terbaiknya dan terkena panas berlebihan, sinar matahari justru bisa berdampak buruk. Carilah tempat yang teduh, aman, serta nyaman saat piknik. Bagi yang mudah terkena sakit kepala, akan lebih baik membawa pelindung kepala seperti topi supaya tidak terkena sinar matahari langsung. Jangan lupa juga untuk banyak meminum air putih supaya tidak dehidrasi.

wpid-img_20151002_071524.jpg

6. Menjaga kebersihan lingkungan area piknik

Biasakan selalu membuang sampah di tempatnya, tidak mencoret-coret fasilitas umum, atau mengukir nama di pohon. Mari bersama menjadi orang yang ramah untuk lingkungan supaya orang lain juga dapat merasakan manfaatnya. Bawalah sampah yang dihasilkan selama piknik ke tempat sampah yang telah disediakan.

Pastikan area piknik sama bersihnya seperti sebelum kita datang.

Sekian tips piknik dari saya hehe. Setelah piknik bareng komunitas, selanjutnya saya juga ingin piknik bertiga bareng Arsa dan Abang. Hmm… Bogor yang terkenal dengan udara yang lebih sejuk dari kota Jakarta bisa menjadi destinasi selanjutnya. Kami memang sudah pernah menjelajah secuil kota Bogor namun bukan untuk piknik dan bisa dibilang belum sukses karena pulangnya kemalaman sehingga membuat Arsa cranky. Jika diberi kesempatan liburan di Bogor saya ingin lebih banyak menjelajah kota tersebut dengan timing yang tepat agar piknik terasa nyaman untuk kami bertiga.

“Being in and around green space has measureable effects on our physiology, functioning, and mental health status.” ~ Kuo, Frances E. (2010) dalam Parks and other green environments: essentials components of a healthy human habitat.

Yuk, pergi piknik!

*Diikutsertakan dalam “Lomba Blog Piknik itu Penting”.

0 thoughts on “Piknik di Taman Surapati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *