#21 Burung betet biasa: big month September

Sekitar hampir 8 bulan lalu, saya yang sedang menjemur handuk di halaman belakang rumah mendengar ada suara-suara sesuatu yang jatuh dari pohon tidak jauh dari tempat saya berdiri. Saya lalu berpaling ke pohon jambu, lalu mata saya tertumbuk pada benda bergerak yang ada di pohon itu. Seekor burung berwarna hijau!

Lalu perlahan ada satu lagi yang bergerak di dekatnya, seekor burung yang sama. Dan di ranting di atasnya juga ada lagi burung dengan warna sama. Waah, mereka sedang pesta rupanya!

Saya tak bisa cukup lama mengamati mereka, karena kemudian A menangis di dalam rumah. Meski begitu, kepala kemudian penuh dengan rekaman saat burung-burung tersebut sedang asyik memakan jambu klutuk. Baru kali ini saya melihat mereka di belakang rumah.

Pada saat itu saya tidak tahu mereka termasuk dalam jenis burung apa. Tapi di dalam hati ingin sekali untuk bisa memotretnya suatu hari nanti. Kemudian ketika sudah memiliki kamera prosumer, selalu terbayang-bayang momen burung-burung tersebut di belakang rumah. Berharap ada kesempatan kembali untuk memotretnya. Tapi karena sudah tidak lagi tinggal di rumah ibu dan menempati rumah sendiri, momen tersebut harus menunggu 2 bulan ketika kami mengungsi kembali ke rumah ibu karena Abang pergi ke tanah suci.

Berhari-hari di rumah ibu saya menegaskan sendiri bahwa suatu hari nanti akan bisa mengabadikan si burung, namun saya sempat senewen juga karena sudah berkali-kali melihat burung hijau tersebut terbang melintas secara bersamaan sambil bersuara, tapi tak jua kami dipertemukan. Hingga kemudian saat sedang berjalan kaki bareng Mas dan A, ada buah-buah yang jatuh dari pohon belimbing di depan kami. Saya mencari-cari di antara dedaunan dan ternyata ada burung serupa dengan ukuran lebih kecil! Sayangnya, si duo bocah yang sudah saya beri tahu untuk berjalan perlahan karena ada burung di pohon malah langsung berlari dengan semangat sehingga 2 ekor burung hijau itu pun langsung ngibrit.

Lalu tibalah kesempatan itu.

Saat sedang berada di belakang rumah dan saya mendengar suara khas dari si burung. Saya pun mendongak dan tampaklah dua ekor burung hijau sedang bertengger di pucuk ranting pohon jati tinggi. Bergegas saya mengambil kamera sambil berdoa semoga si burung tidak lekas pergi. Lalu inilah mereka.

dscn1024_1_wm.jpg

dscn1029_1_wm.jpg

Karena sering sekali saya salah mengidentifikasi, maka foto burung pun saya tunjukkan pada mereka yang lebih paham. Meski sebenarnya malu juga karena mungkin bagi sebagian pengamat profesional, burung ini mudah sekali untuk diidentifikasi. Tapi beneran, saya nggak tahu! File McKinnon saya dalam bentuk digital yang waktu itu di-copy kawan saya berada di laptop yang sudah rusak. Cari di internet nggak ketemu!

Kemudian Pak Bas pun rela menjawab bahwa ini adalah BBB alias burung betet-biasa! Nama latinnya Psittacula alexandri. Nama inggrisnya Red breasted parakeet. Disebut seperti itu karena dadanya berwarna merah jambu. Burung betet-biasa memakan buah-buahan, hidup berkelompok dan selalu mengeluarkan suara hingga ribut kalau terbang. Statusnya dalam IUCN kini berubah menjadi “mendekati terancam punah” karena banyak diburu.

Jadi ini yang di Jakarta juga udah tinggal sisa-sisa. Hiks.. sedih.

Sehari setelah memotret si burung, leher saya sakit luar biasa. Rupanya karena sudah lama tidak memegang kamera dan bobot kamera yang cukup berat hingga lokasi bertenggernya si burung berada di pohon tinggi sementara lokasi berdiri saya persis di bawahnya membuat saya sangaaaaaat mendongak sehingga leher jadi kecengklak!

Ini jadi pelajaran buat selanjutnya agar saya lebih hati-hati. Dan beberapa hari kemudian saya kembali mendengar suara khas yang sama. Kali ini ada tiga ekor di pohon jati, saya pun bergegas ke samping rumah untuk mencari lokasi berdiri yang lebih aman. Burung tersebut ternyata sedang menguliti batang pohon jati. Saya pun meng-capture beberapa gambar mereka yang cukup lama bertengger sebelum kemudian terbang kembali ke lokasi lain.

dscn1136_wm

dscn1119_wm

dscn1124_wm

Alhamdulillah. Month goals September 2016 terpenuhi.

2 thoughts on “#21 Burung betet biasa: big month September

  • December 6, 2016 at 7:31 pm
    Permalink

    wah bagus tenan, jelas sekali artinya ini dalam jarak dekat ya

    Reply
    • December 7, 2016 at 6:45 am
      Permalink

      Sebenernya jaraknya lumayan jauh hehe. Pohonnya tinggi banget sampe leher kecengklak krn mendongak, kameranya yang superzoom

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *