Menjadi wanita MoslemPreneur di era millenia

Hari Minggu tanggal 3 Maret 2018 saya mendapat kesempatan dari KEB untuk mengikuti seminar berjudul “Menjadi wanita MoslemPreneur di era millenia”. Acara ini diselenggarakan oleh Srikandi Moslem Community dan berlokasi di Hotel Amaris La Codefin, Kemang, Jakarta Selatan.

28335998_10216060517608880_5434439141111433664_o

Dari KEB ada 10 peserta yang akan hadir. Pada hari Minggu ini rencananya Abang juga hendak mengikuti seminar perpustakaan namun karena acara seminar yang hendak saya hadiri datang lebih dulu, maka Abang pun membatalkan rencananya dan akan mengasuh A di rumah. Saya berangkat pukul 08 menuju Hotel Amaris dengan menggunakan ojek online.

Setelah mengambil posisi duduk dan saling menyapa, acara dimulai pada pukul 9 dengan diawali sambutan dari Ibu Hj. Cilya Marthalena. Beliau merupakan Mompreneur Founder System Syiar ARMINA BCL dan Srikandi Moslem Community (SMC).

P_20180304_085910

Menurut Ibu Cilya, SMC baru dibentuk pada Januari 2018. SMC memiliki visi misi, yaitu
1. Sharing: berbagi ilmu. Misalnya melalui talkshow maupun seminar seperti yang dilakukan hari ini.
2. Giving. Sedekah. Dari harga tiket, sebesar Rp 5.000 akan disumbangkan ke yayasan rumah singgah yang berlokasi di dekat RSCM.
3. Loving: berbagi kasih. Supaya jangan sampai sesama perempuan muslimah saling mem-bully satu sama lain hanya karena beberapa perbedaan.

Pembicara pertama adalah Ibu Hj. Dr. Deri R. Manoppo yang merupakan seorang dokter dan mompreneur. Ibu Deri membahas mengenai bagaimana cara membangun aset aktif dan pasif.

P_20180304_091027

Dalam bekerja, terdapat dua penghasilan yaitu penghasilan aktif dan penghasilan pasif. Penghasilan aktif adalah yang didapatkan dari bekerja misalnya gaji bulanan, hasil berdagang, dan sebagainya. Sementara penghasilan pasif adalah penghasilan yang didapat tanpa misalnya kita bekerja saat itu. Misalnya saja uang yang didapat dari kontrakan rumah, kost-kost-an, dan sebagainya.

Untuk bisa mendapatkan penghasilan aktif dan pasif, kita juga harus memerhatikan aset dan beban. Aset merupakan sesuatu yang memasukkan uang ke kantong kita secara rutin, misalnya gaji, hasil uang kontrakan, dan kost-kost-an tadi. Sementara beban adalah sesuatu yang membuat kita mengeluarkan uang.

Misalnya saja seseorang yang sudah memiliki mobil, kemudian memiliki penghasilan yang besar dan ingin membeli mobil yang lebih baru lagi. Orang berpikir bahwa itu merupakan hal yang mewah dan hebat, padahal mobil tersebut bukan aset tapi beban.

Contoh lain yaitu membeli rumah namun hanya didiamkan, tidak dikontrakan. Sementara rumah tersebut pastinya butuh perawatan dan kita ingin menambahkan sesuatu, misalnya mengganti warna cat, menambah kamar, dan sebagainya.

Sebaiknya kita membangun dulu asetnya. Misal dalam bentuk saham, tabungan, kontrakan, kost-kost-an, baru kita memutuskan untuk membeli sesuatu. Jangan sampai malah memerbesar beban. Sehingga kita terus berpikir untuk bekerja karena takut uang habis. Akibatnya kita selalu mengejar uang.

Pembicara ke-2 yaitu mengenai berbinis melalui media sosial oleh Ibu Cilya. Menurut Ibu Cilya, media sosial sekarang ini memiliki pengaruh besar, terutama dalam bidang kewirausahaan.

Dampak positif media sosial, yaitu:

1. Memperluas jaringan pertemanan
2. Media mengembangkan diri
3. Memudahkan dalam memperoleh informasi

Untuk mengembangkan sebuah usaha melalui media sosial, pertama yang harus kita lakukan adalah:
1. Tentukan target marketnya. Siapa yang hendak kita sasar sebagai konsumen?
2. Tentukan produknya. Produk apa yang hendak kita jual?
3. Tempatnya. Dengan adanya media sosial sekarang ini, tidak memiliki ruko bukan masalah lagi karena pelaku usaha bisa bekerja saja dari rumah.
4. Sumber data peminat. Kira-kira berapa persen yang membeli produk melalui media sosial?

5. Menggunakan strategi.

Misalnya jika menggunakan facebook page. Nantinya pada nama di profile bisa dituliskan kata kunci yang jelas dan memancing pencarian ke produk kita tersebut. Misalnya “Az Zahra Honey, madu murni, madu asli, madu premium.”Muat link yg langsung terhubung ke wa dalam fb page maupun Instagram.

Strategi kedua yaitu gunakanlah kata kunci dan foto yang menarik. Meski tidak memiliki kamera DSLR misalnya, kita tetap bisa mengandalkan smartphone untuk memfoto produk dengan maksimal.

Strategi selanjutnya bisa menggunakan blog atau website yang juga dimasukan kata kunci ke dalamnya agar konsumen menyasar produk kita.

Agar berdagang menjadi semakin berkah, jadilah seorang MuslimahPreneur yang:

1. Mencari ide usaha yang produk dan alur usahanya syar’i
2. Membuat planning usaha (dengan cara mengikuti komunitas, pelatihan)
3. Membuat action (mulai dari jadi reseller/agen, mitra usaha. Pilih usaha yang ada system mentoring sehingga kita menjadi semakin berkembang).

Dan yang paling utama adalah jadikan Al Quran sebagai guideline usaha kita. Jadilah bukan hanya MomPreneur tetapi MuslimahPreneur. Rasulullah SAW adalah pengusaha maka sejatinya kita juga menjadi pengusaha.

Pembicara ke 3 adalah Ibu Hj. Cory. Ibu Cory membahas dari sisi fiqih mengenai hukum perempuan bekerja dalam Islam. Seorang perempuan boleh saja bekerja dengan syarat yaitu menutup aurat, mendapat izin dari suami/orangtua/wali, juga karena misalnya suami tidak bisa bekerja atau statusnya merupakan single parent.

P_20180304_103616

Menurut Ibu Cory, ada 3 tipe pelaku usaha menurut Michael Garner dalam bukunya berjudul Entrepreneur myth:

1. Tipe teknisi.
2. Tipe manajer
3. Tipe entrepreneur. Pemilik sekaligus pengelola usaha. Misalnya kita baru merintis usaha dan belum memiliki modal yang kuat, kita bisa mulai menjadi reseller terlebih dulu sambil terus belajar. Selanjutnya kita harus memiliki kemampuan merekrut dan menjalin mitra. Jangan lupa juga sebagai seorang pengusaha kita tidak boleh lupa bersedekah.

Sesudah ketiga pembicara membagikan ilmunya, acara pun ditutup dan kami sama-sama melantunkan Asmaul Husna berdasarkan panduan dari slide. Masya Allah.

Aaaaah, saya senang sekali ikut event hari ini. Selain ilmu yang didapat buanyak banget karena saya juga sedang merintis usaha, hari ini juga saya bertemu dengan para Emak Blogger yang sangat kece. Setelah acara selesai, para Emak yang rata-rata sudah saling kenal itu saling mengobrol. Saya mah cuma ikutan sedikit hehe. Ini nih yang kadang bikin minder huaa, aku sulit berkenalan ahuhuhu.

Poto dari IG SMC
Poto dari Instagram SMC

Selesai acara saya masih pengin poto-poto bareng atau poto di-banner atau poto sama pajangan di dinding hotel, lha ternyata hape lowbat, nggak bawa power bank hiks… Syukurlah masih sempet pesan ojek online dan lalu hape saya mati hihi. Habis itu janjian di stasiun menunggu A dan Abang yang ternyata jalan-jalan ke Depok. Saya menanti di stasiun sendirian, menatap layar hape yang mati total, dan cuma bisa celingukan setiap ada kereta datang. Mereka pun akhirnya datang satu setengah jam kemudian.

Senangnya lihat A girang karena ketemu sama emaknya yang juga girang dapat ilmu baru menjadi Muslimah Preneur. Terima kasih KEB dan SMC!

Satu lagi yang bikin senang yaitu peserta mendapatkan madu Az Zahra yang menjadi sponsor event hari ini. Madu ini dimuat dalam botol plastik berukuran 100 ml disertai tas mini. Madu Az Zahra merupakan madu premium berkualitas karena mengandung semua keunggulan madu yaitu 100% madu alam murni, royal jelly, bee pollen, dan juga propolis. Banyaak ya kandungannya. Masing-masing dari kandungan tersebut memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh.

IMG-20180304-WA0008

Menurut Ibu Cilya, dalam botol madu ini hanya ada keterangan izin Dinkes namun tidak tercantum BPOM. Hal ini karena Madu Az Zahra memang tidak menggunakan bahan pengawet.

IMG-20180304-WA0009

Sumber madu ini berasal dari tumbuhan yang kaya fitokimia, flavonoid, alkaloid, mineral, serta zat gizi lain yang bermanfaat bagi tubuh. Oh iya, madu ini juga aman dikonsumsi oleh anak-anak. Rasanya ternyata nggak pahit, sampai rumah diminum oleh saya, Abang, dan A. A sama sekali nggak menolak dikasi madu ini hehe.

IMG-20180304-WA0007
Sebelum dicoba, difoto dulu madunya hehe

Terima kasih Madu Az Zahra, semoga makin sukses dan berkah!

One thought on “Menjadi wanita MoslemPreneur di era millenia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *