Masuk trisemester tiga

Ok, here we go.

Harusnya ini ditulis dari bulan lalu ya hehe. Lagi kendor nih nulis update-an tiap bulan.

Masuk trisemester terakhir bikin makin deg-degan, makin mellow. Tapi A makin senang tahu kalau adiknya akan lahir. Beberapa minggu lalu ia malah suka bilang adiknya akan lahir besok. Kami menjelaskan sejak jauh-jauh hari tentang kondisi adik bayi yang akan butuh banyak digendong. Dan bahwa nantinya adik bayi tidak bisa langsung diajak bermain dan berlari seperti yang ia bayangkan selama ini.

Memang nggak mudah dengan kondisi perut gendut begini juga sambil mengurus rumah. Boro-boro masak. Tulang pubis saya di kehamilan kali ini sungguh sakit luar biasa sehingga jalan pun terkadang susah. Bisa nemenin A keluar rumah dan kuat dorongin sepedanya juga udah Alhamdulillah.

Hal yang bikin senang hati tentunya adalah sikap A yang selalu cium-ciumin perut, peluk-peluk, hingga menyapa adiknya di perut sepanjang hari. Ia bahkan selalu mengingatkan Abang untuk tiap pagi mencium perut saya jika ia baru bangun. Semoga sikap baiknya ini akan selalu tertanam ketika adiknya sudah lahir nanti dan seterusnya. Aamiin.

A bahkan berinisiatif menyiapkan beberapa printilan untuk dimasukan ke dalam tas persiapan melahirkan.

20181021_190918

Dari periksa terakhir ke dokter kandungan, HB saya masih rendah hingga akhirnya harus infus zat besi. Semoga setelah ini naik. Aamiin.

Now, we’re counting the week.

#36weeks.

20181018_190355

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *