Belajar berkebun hidroponik di Kebun Bilabong

Sudah cukup lama saya lihat postingan teman tentang kegiatan berkebun hidroponik untuk anak di sebuah kebun di daerah Bojong Gede. Tepatnya di perumahan Bilabong. Nama kegiatannya adalah Patani Aralit. Kalau nggak salah sih artinya adalah petani cilik hehe.

Nah, setelah beberapa kali gagal datang akhirnya kami berniat datang di tanggal 13 Juli. Kami berangkat naik kereta dan turun di stasiun Bojong Gede.

Cukup sulit memesan ojek online dari stasiun. Kami pun sudah terlambat. Saya berdoa semoga saja masih berkesempatan ikut acara. Dan akhirnya setelah berjalan kaki dulu, kami pun menunggu ojek online di tempat yang cukup teduh.

Kebun Bilabong menempati lokasi di Perumahan Villa Bilabong. Setelah menaiki ojek kurang lebih 20 menit, akhirnya kami sampai juga.

Benar saja, anak-anak dari komunitas Belajar Mandiri Bogor yang sudah ada di lokasi bahkan sudah memanen sayuran. Syukurlah A masih bisa ikut acara dan saya mengajaknya untuk langsung bergabung dengan anak-anak yang lain.

A terlihat malu-malu tapi ia tetap berusaha mengikuti kelompok.

Sesudah berkeliling memanen sayur, anak-anak diajak untuk memasak sayuran lewat kegiatan steamboat sambil piknik. Saat anak-anak memasak sayuran, A akhirnya diajak menanam dipandu oleh Mbak Inong.

Meski masih malu, namun A mau menjawab pertanyaan sambil mengobrol dan mengikuti arahan dari Mbak Inong untuk menanam bibit kangkung di rockwol.

Setelah bibit selesai ditaro di rockwol, kami pun berjalan menuju area kebun hidroponik untuk meletakan rockwol tersebut di pipa air. Nantinya bibit akan tumbuh karena air yang diserap dari akar pohon.

Mengambil yang sudah tumbuh

Jika kangkung sudah tumbuh maka harus dipindahkan agar tumbuh sempurna dan tidak terlalu berdempetan.

Setelah itu Mbak Inong menunjukan beberapa tanaman sayuran. Di antaranya tomat, cabai, dan sawi pagoda.

Lalu kami pun mulai memilih kangkung untuk dipanen. Yeaaay!

Dan mulailah kami seharusnya menikmati steamboat. Namun sayangnya A tidak terlalu menikmati. Ia lebih memilih bermain ayunan ban. Saat itu ia pun mencoba memanjat pohon.

Rangkaian acara selesai tapi kami memilih duduk-duduk dulu di tempat yang teduh itu. Maklum ya, lumayan jauh dari rumah. Sayang kan kalo pulang buru-buru hehe.

Kami akhirnya mengobrol sebentar dengan Mbak Lintang dan Mas isma selaku pemilik kebun. Tujuan mereka membuat Patani Aralit ini adalah supaya anak-anak tahu proses makanan mulai dari menanam hingga panen dan tersaji di meja makan.

Oh iya sebelum bubar, Mas Isma sempat menunjukan satu tanaman yang ternyata adalah venus flytrap. Wuaaah. Momen ini jadi berkesan karena A sebelumnya senang sekali memerhatikan video tanaman venus maupun kantong semar saat menangkap serangga.

Sesudah itu kami memesan makanan untuk makan siang. Abang memesan fuyung hai yang ternyata buanyak sekali porsinya. Sementara saya pesan ikan pecak yang segar rasanya.

Terima kasih buat Mbak Inong, Mbak Lintang, dan Mas Isma atas kegiatan hari itu, juga Ibu Diah dari komunitas Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *